KABUPATEN BANDUNG– Di era digital yang penuh dengan arus informasi, kemampuan untuk menyaring dan memahami bacaan menjadi kunci kesuksesan. Menyadari hal tersebut, SMK PIRAMIDA secara konsisten menyelenggarakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang kritis, kreatif, dan berwawasan luas.
Kegiatan literasi ini bukan sekadar rutinitas membaca, melainkan strategi sekolah untuk menyeimbangkan antara keterampilan teknis (hard skills) dengan kemampuan analisis (soft skills).
Program literasi di SMK PIRAMIDA dirancang secara variatif agar menarik bagi para siswa. Beberapa agenda utama dalam kegiatan ini meliputi:
Sesi Baca Mandiri: Siswa diberikan waktu khusus selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai untuk membaca buku non-pelajaran, mulai dari buku motivasi hingga jurnal teknologi.
Pemanfaatan Perpustakaan Digital: Mengingat fokus SMK pada teknologi, siswa didorong untuk mengakses platform literasi digital guna mencari referensi industri terbaru.
Resume Kreatif: Setelah membaca, siswa diajak menuangkan ide mereka dalam bentuk narasi singkat atau peta konsep yang dipajang di area sekolah sebagai bentuk apresiasi karya.
Kepala SMK PIRAMIDA menyatakan bahwa literasi memiliki kaitan erat dengan kesiapan kerja. "Siswa SMK dituntut untuk cepat memahami instruksi kerja dan manual teknologi yang terus berkembang. Tanpa kemampuan literasi yang baik, mereka akan kesulitan bersaing di dunia industri," ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa literasi membantu siswa dalam berkomunikasi secara efektif, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan saat mereka memasuki dunia kerja atau berwirausaha nantinya.
Untuk mendukung kegiatan ini, SMK PIRAMIDA terus berbenah dengan melengkapi koleksi perpustakaan dan menyediakan pojok-pojok baca yang nyaman di lingkungan sekolah. Tak hanya siswa, para guru juga turut berperan aktif menjadi teladan dalam budaya literasi ini.
Dengan semangat "Literasi untuk Prestasi", SMK PIRAMIDA berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, di mana setiap siswa tidak hanya terampil dalam praktik, tetapi juga cerdas secara intelektual.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini